Tampilkan postingan dengan label Urut Leher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Urut Leher. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2018

Tip Redakan Nyeri Leher


Tip Redakan Nyeri Leher

Saat leher sakit, entah karena cedera, salah gerak, cervical spasme ataupun arthritis, cobalah tip sehat berikut :

1 konsumsi obat pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen.
2 kurangi dulu aktivitas fisik selama beberapa hari.
3 sesekali regangkan otot leher dengan peregangan ringan.
4 pijat-pihat bagian yang nyeri dengan lembut. Bila perlu gunakan kompres.
5 tidurlah tanpa bantal, atau gunakan bantal khusus penunjang leher.

SourceAdamencyclopedia mediakawasankelapagading.

Kalau tip diataa dipraktekkan dan masih belum terselesaikan sakitnya, maka bisa hubungi :
 Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Senin, 15 Oktober 2018

Urur Spasmodik Tortukolis


SPASMODIK TORTIKOLIS

Spasmodik Tortikolis, biasanya hanya disebut tortikolis atau dikenal di masyarakat sebagai kaku leher berasal dari bahasa Yunani: tortus yang artinya terputar dan collum yang artinya leher. Tortikolis merupakan penyakit yang sering terjadi saat bangun tidur dengan posisi dagu yang tidak sejajar dengan tulang dada paling atas dan depan, sehingga dagu hanya bias miring ke kiri atau ke kanan saja.

Faktor resiko dari tortikolis ini adalah:
1.       Pergerakan yang berlebihan dan tidak biasa pada leher saat tidur atau saat beraktivitas sehingga menyebabkan cedera atau terkilir pada otot leher dan tulang rawan sendi.

2.       Penggunaan bantal yang terlalu tinggi, yang menyebabkan otot leher dan pundak akan tertekan, dalam waktu yang lama akan menyebabkan otot leher menjadi kaku dan pegal.

3.       Olahraga yang berlebihan. Leher dan pundak yang tidak biasa melakukan gerakan tertentu, bila dipaksakan bergerak dalam jangka waktu yang lama, akan menimbulkan nyeri dan tegang pada tengkuk. Setelah beberapa jam, maka leher akan terasa semakin kaku.

4.       Suhu; tortikolis juga bias terjadi jika tengkuk terpapar suhu dingin dan angin dalam waktu yang relatif lama.

5.       Tortikolis bawaan umumnya memiliki faktor resiko berupa trauma saat lahir dan malposisi di dalam lahir sehingga bayi yang lahir memiliki ketidakseimbangan posisi kepala.
Tortikolis sebaiknya diobati karena akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan tortikolis dapat dilakukan dengan terapi fisik, pemijatan, akupuntur, obat-obatan pengendur otot,dan pembedahan.

Untuk pencegahan, ada beberapa hal yang harus dilakukan :
1.      Pencegahan Primer
a.       Memperhatikan posisi tubuh saat tidur. Upaya yang bisa dilakukan berupa penggunaan bantal dengan tinggi yang sesuai, usahakan tidur tidak dalam satu posisi secara berketerusan, tapi dengan banyak posisi, misalnya telentang dan menyamping. Upaya lain seperti tidur dengan alas yang nyaman.

b.      Menghindari olahraga yang cukup keras pada leher dan pundak. Pemanasan ringan sebelum olahraga sangat dianjurkan untuk menghindari tegang dan nyeri pada otot leher dan pundak.

c.       Menghindari keterpaparan suhu dingin dan angin dalam waktu yang lama. Penggunaan kipas angin dianjurkan tidak langsung menghadap ke badan.

d.      Hindari posisi leher yang tetap dalam waktu yang lama. Saat di depan computer atau saat belajar, seseorang terkadang lupa untuk merenggangkan otot lehernya. Akibatnya, leher dan pundak menjadi kaku.
e.       Pada tortikolis bawaan, pencegahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang rutin sehingga saat ditemukan kelainan posisi bayi, maka segera dilakukan reposisi dan persiapan mengenai apa yang harus dilakukan bila bayi lahir kelak.

2.      Pencegahan Sekunder
a.       Memberikan obat gosok atau balsam untuk mengurangi ketegangan otot, dan mengurangi rasa nyeri. Mengompres dengan air hangat juga dapat membantu untuk merelaksasikan otot-otot leher dan pundak.

b.      Melakukan pijatan-pijatan ringan untuk mengurangi kaku pada leher dan pundak. Namun, upaya ini perlu hati-hati karena pemijatan yang salah bisa memperburuk keadaan.Bila perlu, lakukan akupuntur.

c.       Pada bayi, lakukan latihan peregangan dengan menyeimbangkan posisi leher bayi. Latihan ini memerlukan petunjuk dari medis. Perhatikan posisi menyusu. Ini juga dapat membantu menyeimbangkan leher bayi yang tortikolis. Bila leher agak miring ke kanan, maka upayakan menyusu ke arah kiri, begitu pula sebaliknya.

3.      Pencegahan Tersier
a.       Rasa kaku yang berlangsung terlalu lama harus segera dikonsultasikan kepada medis untuk melihat perkembangan otot leher. Radiologis dan pemeriksaan fisik adalah upaya yang harus dijalani.

b.      Pembedahan. Pembedahan yang dilakukan untuk tortikolis cukup sederhana dan pasien bias langsung pulang setelah operasi. Garis sayatan relative minimal sekitar 4 cm dan menjadi halus setelah beberapa bulan. Otot yang sudah memendek dibebaskan sehingga leher dapat bebas bergerak. Setelah operasi, pasien harus mengenakan helm khusus selama beberapa bulan dan tetap menjalani latihan fisik untuk mempertahankan hasil operasi.

c.       Pada bayi dan batita, bila latihan peregangan tidak membuahkan hasil sampai usia menjelang 12 bulan, perlu koreksi berupa tindakan bedah yang hanya bisa dilakukan pada usia 12-18 bulan.

Referensi :
Admin. 2011. Tortikolis Spasmodik. Diakses pada  http://reyhealthblogspotcom/2011/11/tortikolis-spasmodik.html. 6/10/12.
Admin. 2009. Spasmodik Tortikolis. Diakses pada http://idmgarutwordpresscom/2009/01/29/spasmodik-tortikolis/. 6/10/12
Akmal, Mutaroh, Zely  Indahan  dkk.. 2010. Ensiklopedi Kesehatan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Source ini ceritarahmi blogspot

Urut spasmodik tortikolis ;

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Senin, 02 Juli 2018

Urut Leher Untuk Pegal dan Kaku






Urut Leher
Untuk Rasa Pegal dan Kaku di Tengkuk

Kerja di depan komputer seharian memang bisa membuat leher dan badan jadi terasa pegal atau kaku. Saat pulang ke rumah rasanya ingin sekali relax dan bersantai untuk melepas penat. Pasti enak deh kalau tengkuk dan sekitarnya dipijat. Nah, hari ini TheraAfiat  mau berbagi tips tentang cara memijat yang benar agar rasa lelah kamu bisa hilang ketika di rumah.

Pertama-tama pijat pelan dari arah leher ke arah pundak. Setelah menekan pundak, pijat bagian belakang pundak untuk merilekskan otot-otot di sekitarnya. Pijatan di sini sangat cocok untuk kamu yang duduk di depan komputer seharian.

Kedua, pijat bagian belakang leher ke arah atas dan bawah. Berikan tekanan yang cukup saat memijat. Pijatan ini sangat cocok bagi kamu yang banyak menunduk seperti memainkan handphone.

Ketiga, tekan titik-titik di belakang leher.
(GV 16)

Saat memijat kamu juga bisa menggunakan minyak esensial untuk membantu memperlancar pijatan sekaligus aromanya dapat membantu kita jadi lebih relax. Mimin juga mau mengingatkan saat memijat jangan terlalu kencang ya. Secukupnya saja sesuaikan dengan tubuhmu.
Source bldaily.

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Jumat, 20 November 2015

Sakit Leher Karena Baca HP


Bayangkan rasanya menggantung empat bola boling seberat 4,5 kg di leher Anda. Menurut penelitian terbaru, itulah sebenarnya yang kita lakukan ketika kita menunduk dan fokus pada smartphone.

Dr Ken Hansraj MD, kepala bagian bedah tulang belakang di New York Spine Surgery and Rehabilitation Medicine, mengatakan, kita berada di titik awal gelombang masalah punggung dan leher yang disebabkan oleh postur yang buruk ketika menggunakan smartphone.

Hansraj awalnya tertarik pada masalah ini setelah melihat semakin banyak orang muda yang berkonsultasi karena kesakitan. Dalam salah satu kasus, seorang pemuda datang dengan sakit leher, punggung, dan kaki. Bedah memperbaiki kakinya, tetapi Hansraj mengatakan, pemuda tersebut masih merasakan sakit di punggung dan lehernya.

“Saat itu kami mengetahui bahwa ia menghabiskan waktu empat jam setiap harinya bermain game di iPad,” ujarnya. “Coba lihat sekitar Anda. Semua orang menunduk.”

Beberapa menggunakan istilah “text neck” untuk menggambarkan keadaan tersebut.

Hansraj mengatakan, dalam posisi netral, kepala manusia beratnya sekitar 4,5-5 kg. Kalau Anda menundukkan kepala sebanyak 15 derajat, Anda hampir menambah berat tersebut sebanyak tiga kali lipat, ujarnya. Kalau sebanyak 30 derajat sekitar 18 kg, sebanyak 45 derajat hampir 23 kg, dan 60 derajat sebesar 27 kg.

Orang dengan smartphone biasanya menghabiskan antara dua sampai empat jam sehari dengan posisi kepala yang menunduk ke perangkat mereka, menurut para ilmuwan. Hal itu sama dengan antara 700 sampai 1.400 jam per tahun dengan tekanan tambahan pada tulang belakang. Remaja mungkin menghabiskan lebih banyak waktu, sampai 5.000 jam per tahun, kata Hansraj.

“Anak-anak saat ini tidak sadar bahwa mereka menundukkan kepala mereka sekitar 45 sampai 50 derajat," ujarnya.

Untuk mengetahui seberapa besar ruang lingkup masalah ini, diperkirakan sekitar 60 persen orang Amerika memiliki smartphone.

Menurut penelitian Hansraj, yang terbaik yang bisa dilakukan adalah melihat smartphone dengan posisi tulang punggung yang netral, yang artinya menjaga telinga di atas bahu dengan bahu yang ditarik ke belakang.

Selain itu, alih-alih menunduk, Anda juga bisa menurunkan pandangan untuk menghindari tekanan pada tulang punggung, ujarnya.

“Ini bukan latihan militer,” ujarnya. “Jangan berada di posisi tersebut dan terus-menerus dalam posisi itu. Semakin sering Anda melakukannya, semakin banyak otot terbangun dan ligamen menguat."

Hansraj mengatakan, ia seorang penggemar berat teknologi, tetapi ia merekomendasikan pengguna smartphone untuk sadar akan posisi kepala mereka.

Penelitian ini dipublikasikan di National Library of Medicine.

Untuk info Terapi Urut hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara

Telp./WA  08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC

Source: