Tampilkan postingan dengan label Jakarta Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Timur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2018

Manfaat pijat Refleksi


3 manfaat pijat refleksi yang paling terasa

1. Mengurangi stres
Manfaat yang paling jelas adalah berkurangnya stres. Teknik refleksi termasuk mengurut jari kaki serta memijat dan mengurut keseluruhan telapak kaki, dan jika dilakukan dengan benar dan teratur, tidak akan menyebabkan ketidaknyamanan maupun sakit. Meskipun hasilnya berbeda pada setiap individu, secara umum mereka akan merasa lebih rileks dan nyaman.

2. Mengurangi nyeri
Para ahli refleksi percaya bahwa penyakit yang diderita pasien disebabkan tersumbatnya saluran energi atau meridian tubuh. Sumbatan ini menghalangi aliran kehidupan melalui energi, yang biasa dikenal sebagai ‘Chi’, sehingga menyebabkan bertambahnya energi negatif, dan menghasilkan nyeri atau penyakit.

Ada lebih dari 7.000 ujung saraf di telapak kaki dan mereka terhubung ke seluruh tubuh melalui sistem saraf pusat. Dengan memijat telapak kaki atau ujung saraf tersebut, ini akan merangsang tubuh untuk melakukan penyembuhan secara mandiri.

Karena refleksi begitu membuat tubuh rileks, ia juga sangat efektif dalam mengurangi rasa sakit, ketika tekanan keluar dari tubuh dan stres berkurang, nyeri atau sakit juga berkurang.”

3. Meningkatkan sistem pencernaan dan energi
Refleksi meningkatkan aliran energi, meningkatkan sirkulasi, dan menstimulasi sistem pencernaan. Pijat refleksi juga menghilangkan racun dari dalam tubuh.
Sourceagusmulyadi

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Kamis, 08 Maret 2018

Leher Bermasalah


Cervical Spasme
Masalah  leher

Otot leher secara fungsional dapat dibagi atas dua kelompok besar:
 Otot yang membuat fleksi dan ekstensi kepala terhadap spina, disebut  capital movers, yaitu  capital flexor  terdiri atas rektus pendek dan kapitis longus, serta  capital extensor.  Otot tersebut terdiri atas  4 otot pendek yang berjalan dari basis kranium ke atlas (C1) dan aksis (C2): posterior rectus capitis minor & major, obliquus capitis superior & inferior;
Otot yang membuat fleksi dan ekstensi seluruh sisa spina servikal, disebut  cervical movers; Otot yang lebih panjang seperti  splenius capitis  dan splenius cervicis  terutama untuk rotasi kepala, akan tetapi dapat juga menjadi ekstensor apabila berkontraksi bersamaan/bilateral. Otot panjang dari spina torasik dan skapula yang membuat ekstensi, rotasi dan fleksi lateral spina servikal, yaitu trapesius, levator scapulae, dll. Massa terbesar otot leher terletak di bagian ekstensor segmen servikal atas: daerah atlantoaksial, yang menandakan kebutuhan akan otot kuat di regio tersebut untuk menjaga terhadap trauma. Massa terbesar otot fleksor terletak di regio servikal tengah (C4-C5) adalah regio segmen servikal bawahyang mempunyai derajat gerak terbesar. Oleh karena itu merupakan daerah yang mengalami pakai-aus mekanik (mechanical wear & tear) serta paparan trauma dan stress besar.

Jumat, 23 Februari 2018

Mengatasi Kesleo



Keseleo dan Pertolongan Pertamanya

Hampir setiap orang mungkin sudah pernah mengalamai keseleo atau terkilir, apalagi seorang yang giat beraktivitas dengan fisik, seperti kerja keras dan olahraga. Saat seseorang mengalami keseleo, kebiasaan orang indonesia adalah ditangani dengan dipijat, namun itu tidak sepenuhnya penanganan secara tepat. Setelah mengalami keseleo seseorang perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang terjadi saat keseleo sebelum menentukan cara penanganan yang paling tepat.

Keseleo
Keseleo adalah salah satu bentuk cedera yang paling sering terjadi. Keseleo sering terjadi pada bagian kaki, yakni ketika telapak kaki menghadap ke sisi dalam atau sisi luar saat berjalan, saat mendarat setelah melompat, tersandung, terjatuh, terpelintir, terpukul, dsb. Keseleo juga dapat terjadi pada persendian lain selain kaki, seperti siku, lutut, dan pergelangan tangan. Kegiatan seperti melakukan gerakan yang salah, memaksa kerja otot, mengangkat benda yang berat dengan cara yang tidak benar, dan melakukan gerakan yang berulang-ulang sering menjadi penyebab terjadinya keseleo.

Keseleo dalam istilah kedokteran disebut dengan Sprain. Sprain atau keseleo merupakan cedera  atau luka ligamen di daerah sekitar sendi. Ligamen adalah jaringan serat yang kuat dan fleksibel yang menghubungkan antar tulang pada sendi. Ligamen dapat disebut juga dengan otot sendi yang berfungsi menyokong sambungan kedua bagian tulang tubuh. Keseleo terjadi karena peregangan otot yang melebihi kapasitas yang dapat diterima sehingga membuat otot sendi mengalami peregangan atau sobek.

Gejala Keseleo

Gejala keseleo antara lain rasa sakit, nyeri sendi, pembengkakan (biasanya disertai perubahan warna kulit), kekakuan sendi, rasa dingin/mati rasa di daerah yang keseleo. Pada bagian sambungan tulang, apabila diraba terasa empuk dan warna kulit menghitam atau membiru pada sekitar luka. Ketika seseorang terkena keseleo maka dia kesulitan/tidak dapat menanggung beban yang berat, dan apabila terjadi di kaki maka tidak dapat dipakai berjalan. Semakin parah keseleo maka rasa nyeri yang dirasakan akan semakin parah, bengkak yang terjadi semakin besar, dan semakin sulit menggerakkan sendi. Apabila keseleo menimpa anak-anak maka kemungkinan akan disertai dengan demam ringan, terutama saat malam hari.

Keseleo dapat dibagi menjadi 3 grade/tingkat, yaitu:
Grade I: Peregangan ligamen yang sangat sedikit atau ringan, atau hanya sendi-sendi yang tidak stabil. Piasanya sendi masih dapat digerakkan dan hanya sedikit rasa sakit.
Grade II: Peregangan ligamen yang serius. Sendi masih dapat digerakkan meski hanya sedikit.
Grade III: Peregangan ligamen yang benar-benar luas/sobek, biasanya tidak dapat menggerakkan tubuh pada sendi yang terkena.

Pertolongan Ketika Keseleo

Terkadang saat ingin memberikan pertolongan kepada orang lain yang cedera, kita masih belum mengetahui penanganan secara tepat sehingga pertolongan yang diberikan malah justru memperburuk keadaan. Contoh yang sering terjadi yaitu pada cedera ankle dan pertolongan yang diberikan yaitu memberikan gerakan menekuk kaki seperti pada orang yang terkena kram, padahal ini adalah tindakan yang salah karena telah memberikan pembebanan. Oleh karena itu kita harus tahu bagaimana cara memberikan pertolongan pertama secara tepat.

Tindakan RICE

Tindakan RICE
Ketika memberikan pertolongan pertama pada keseleo para dokter menyarankan untuk melakukan tindakan RICE. RICE adalah singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevate. Berikut adalah penjelasannya:

1. Rest (Istirahat)

Masa 24-48 jam pertama setelah mendapatkan cedera adalah masa yang kritis sehingga perlu membatasi aktivitas. Masa ini sebaiknya diperuntukkan untuk melakukan istirahat pada bagian yang cedera, sebisa mungkin tidak melakukan bergerak atau memberikan tekanan (beban) pada sendi yang cedera. Untuk melindungi daerah yang keseleo agar tidak bertambah parah, dapat menggunakan selempang (sling), bebat atau krut untuk mengistirahatkan bagian yang keseleo.

2. Ice (Es)

Sewaktu masa istirahat, usahakan memberikan perlakuan dingin pada bagian yang keseleo, yakni dengan menempelkan kantung es pada bagian yang keseleo selama 15-20 menit setiap 3-4 jam sekali. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menempelkan es secara langsung ke kulit, sebaiknya gunakan kantung es atau dengan dilapisi kain tipis dan jangan juga menempelkan es selama lebih dari 20 menit pada satu waktu karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Tujuan diberikannya es adalah untuk mengurangi rasa sakit di bagian yang keseleo serta mengurangi peradangan yang menyebabkan bengkak/memar.

3. Compression (Kompresi)

Langkah selanjutnya adalah kompresi yakni dengan menggunakan perban elastis untuk membungkus dan melindungi anggota tubuh yang keseleo. Tujuannya adalah untuk mengurangi pergerakan daerah yang keseleo dengan menyangganya/mengencangkannya serta memberikan rasa nyaman. Balutan yang dibuat harus mantap dan kuat namun jangan terlalu ketat/kencang sehingga mengganggu sirkulasi darah ke anggota tubuh tersebut dan terasa nyaman. Apabila anggota tubuh menjadi dingin, biru atau kesemutan maka perlu melepaskan balutan dan lakukan pembalutan ulang dengan rapi. Langkah ini dapat dilakukan selama 1-2 hari jika hanya keseleo ringan atau dapat sampai 14 hari bila tergolong keseleo yang berat.

4. Elevation (Peninggian)

Penanganan ringan selanjutnya peninggian yakni dengan mengangkat anggota tubuh yang keseleo dengan posisi yang lebih tinggi dari jantung. Apabila memungkinkan dapat melakukannya dengan berbaring dan menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera. Tujuan dari peninggian adalah untuk mengurangi pembengkakan pada bagian yang keseleo dengan memperlancar aliran darah yang menuju ke jantung.

Tindakan RICE tersebut sebaiknya diterapkan selama 24 hingga 48 jam pasca cedera. Sebaiknya menghidari pemijatan atau urut karena dapat memperparah cedera. Baru setelah menjalani metode ini (RICE), korban boleh mendapat terapi lainnya seperti fisioterapi, terapi panas atau pemijatan. Selain ke empat langkah di atas, dapat juga ditambah dengan meminum obat pereda nyeri/penghilang rasa sakit. Setelah gejala mereda atau dikatakan sembuh, latihan ringan boleh dilakukan untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitas. Namun apabila setelah mendapat tindakan RICE keadaan belum membaik, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan yang lebih lanjut.

Pertolongan Pertama

Selanjutnya apabila kita belum dapat mengetahui jenis cedera yang dialami korban, apakah keseleo atau patah tulang. Kita perlu memberikan penanganan yang tepat pula. Menurut Stanley M. Zildo seperti yang dikutip dari bukunya yang berjudul "First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat", apabila belum diketahui pasti apakah korban terluka karena patah tulang atau keseleo, bisa dilakukan pertolongan untuk patah tulang. Berikut adalah pertolongan pertama untuk keseleo:

    Pakai kantung berisi air dingin atau es dan tempatkan pada daerah yang terluka.
    Gunakan splint untuk menyokong daerah luka dengan memakai selimut, kain tebal atau bantal. Lepaskan jika terjadi pembengkakan.
    Usahakan daerah luka pada posisi lebih tinggi dari organ jantung.
    Jangan biarkan korban berjalan sendiri.
    Jangan merendam luka dengan air hangat pada awal terjadi luka. Boleh merendamnya hanya setelah 24 jam kemudian.
    Bawa ke pertolongan medis untuk mengetahui ada tidaknya patah tulang

Alamat thera afiat

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading
Jakarta utara
Telp.  08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941