Blog pijat urut ini merupakan referensi yang sangat baik bagi pemijit dalam merawat pasien atau pun awam dalam mencoba melatih terapi pijat dan urut. Banyak pembahasan untuk pijat karena terkilir/keseleo/dislokasi sendi,ThaiYo, merawat dan mereposisi cedera tubuh, accupressure dan refleksi. Untuk pijat Hubungi Rumah Sehat Thera Afiat, Telp./WA 08111494599, 087883171247, Jl.Kelapa Sawit Raya Blok DD No. 15, Kelapa Gading, Jakarta Utara, STPT No: 001/2.60.0/31.72. 06.1001/-1.779.3/2015.
Senin, 03 Juli 2017
Listrik dan Syaraf
Bagaimana kita bisa merasakan sakit ketika di cubit?, bagaimana terjadi reflek ketika tangan tersulut api?, bagaimana kita melihat, mendengar dan lain sebagainya? mungkin jawabannya ada dalam pembahasan berikut, makalah ini akan membahas tentang sistem saraf.
Sistem koordinasi merupakan suatu sistem yang mengatur kerja semua sistem organ agar dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi itu bekerja untuk menerima rangsangan, mengolahnya dan kemudian meneruskannya untuk menaggapi rangsangan. Setiap rangsangan-rangsangan yang kita terima melalui indera kita, akan diolah di otak. Kemudian otak akan meneruskan rangsangan tersebut ke organ yang bersangkutan.
[7/3, 9:28 PM] +62 822-1119-0538: Benarkah syaraf kepala sama halnya dengan media jalur listrik disebut negatif dan positif...jika benar.. Apakah ada kemungkinan jalur positif dan negatif tersebut bisa saling bersentuhan...jika ia .apakah dampak yg akan timbul
Salah satu aktivitas otak yang paling dominan adalah munculnya sinyal-sinyal listrik. Setiap kali berpikir, otak bakal menghasikan sinyal-sinyal listrik. Bahkan sedang santai pun menghasilkan sinyal-sinyal listrik. Apalagi sedang tegang dan stress. Sinyal itu dihasilkan oleh sel-sel yang jumlahnya sekitar 100 miliar di dalam otak kita. Jadi, sebanyak bintang-bintang di sebuah galaksi.
Kalau kita lihat dalam kegelapan, miliaran sel itu memang seperti bintang-bintang yang sedang berkedip-kedip di angkasa. Setiap kali sel itu aktif, dia bakal berkedip menghasilkan sinyal listrik. Jika ada sekelompok sel yang aktif, maka sekelompok sel di bagian otak itu bakal menyala. Di sana dihasilkan gelombang dengan energi tertentu. Bahkan bisa dideteksi dari luar batok kepala dengan menggunakan alat pengukur gelombang otak, EEG atau MEG.
Dari aktifnya program-program yang tersimpan di inti sel otak. Setiap saat di otak kita muncul stimulasi-stimulasi yang menyebabkan aktifnya bagian otak tertentu. Misalnya, kita melihat mobil. Maka, bayangan mobil itu akan tertangkap oleh sel-sel retina mata kita, dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke otak kita. Sinyal-sinyal kiriman retina mata itu bakal mengaktifkan sejumlah sel yang bertanggung jawab terhadap proses penglihatan tersebut.
Demikian pula ketika kita membaui sesuatu. Aroma yang tertangkap oleh ujung-ujung saraf penciuman kita bakal dikirim sebagai sinyal-sinyal ke otak. Dan sinyal-sinyal itu lantas mengaktifkan sel-sel untuk membangkitkan sinyal-sinyal berikutnya. Bahkan dalam keadaan tidur, otak kita masih mengirimkan sinyal-sinyal untuk mengatur denyut jantung, pernafasan, suhu tubuh, hormon-hormon pertumbuhan, dan lain sebagainya.
Otak adalah generator sinyal-sinyal listrik yang saling terangkai menjadi kode-kode kehidupan. Jika kode-kode itu padam, maka orangnya pun meninggal. Karena, sudah tidak ada lagi aktivitas kelistrikan di sel otaknya. Berarti tidak ada lagi perintah-perintah untuk mempertahankan kehidupan.
Tidak hanya berhenti di otak, sinyal-sinyal listrik itu merambat ke mana-mana ke seluruh tubuh, lewat komando otak. Menghasilkan gerakan-gerakan atau perintah lain untuk kelangsungan hidup badan kita. Gerakan sinyal listrik tersebut memiliki kecepatan sekitar 120 m per detik. Jalur yang dilaluinya adalah ‘kabel-kabel’ saraf yang menyebar dalam sistem yang sangat kompleks.
Pengukuran kelistrikan saraf ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat (ENG) dan menghasilkan data kelistrikan yang disebut Elektro Neuro Gram. Sedangkan untuk pengukuran kelistrikan otak menghasilkan data berupa Elektro Ensefalogram (EEG)
Aktivitas Listrik Jantung
Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang dihantarkan sepanjang membrane sel otot jantung. Jantung akan berkontraksi secara ritmik akibat adanya impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri: suatukemampuan yang disebut autorhytmicity. Sifat ini dimiliki oleh sel khusus ototjantung. Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung, yaitu: sel kontraktil dan selotoritmik. Sel kontraktil melakukan kerja mekanis, yaitu memompa dan sel otoritmikmengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontraksi sel-sel pekerja.
Berbeda dengan sel saraf dan sel otot rangka yang memiliki potensial membrane istirahat yang mantap. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membrane istirahat. Sel-sel ini memperlihatkan aktivitas pacemaker (picu jantung), berupa depolarisasi lambat yang diikuti oleh potensial aksi apabila potensial membrane tersebut mencapai ambang tetap. Dengan demikian, potensial aksi secara berkala yang akan menyebar ke seluruh jantung dan menyebabkan jantung berdenyut secara teratur tanpa adanya rangsangan melalui saraf.
Label:
EEG,
Jakarta Utara,
kelapa gading,
Kranio Sakral,
Listrik,
Listrik dan syaraf,
syaraf,
Terapi Kranio Sakral,
Thera Afiat,
Verri JP MA
Manfaat Terapi Kranio Sakral
Manfaat brain therapy relaxation...kraniosakral
Keilmuan terapi kraniosakral.sangatlah jarang yg dapat menguasai...karna itu metode ini mungkin di indonesia blm banyak yg mengetahui...skalipun dunia medis..
Skalipun mengetahui mungkin sifatnya kraniosakral bukan jenis metodenya/pola penangananya
Padahal terapi kraniosakral di negara eropa sudah dikenal masyarakat luas..dan dilakukan oleh kalangan medis,
Manfaat dan hasilnya pun sungguh luar biasa
Manfaat terapi kraniosakral
1. Sakit kepala
- migrain
- vertigo
2. Alzeimer
3.hypertensi
4.darah rendah
5.mata min/plus
6.stroke iskemik
7.parkinson
8.syndrom epilepsi
9.kejiwaan
- anxietas
- phanick disorder
- stress
- dll
10. Syaraf kejepit (HNP)
11. Kolesterol
12. Insomnia
Dll..
(Ammhakiem)
Rumah sehat Thera Afiat
Jl Kelapa Sawit Raya Blok DD No.15
Kelapa Gading
Telp 08111494599
Keilmuan terapi kraniosakral.sangatlah jarang yg dapat menguasai...karna itu metode ini mungkin di indonesia blm banyak yg mengetahui...skalipun dunia medis..
Skalipun mengetahui mungkin sifatnya kraniosakral bukan jenis metodenya/pola penangananya
Padahal terapi kraniosakral di negara eropa sudah dikenal masyarakat luas..dan dilakukan oleh kalangan medis,
Manfaat dan hasilnya pun sungguh luar biasa
Manfaat terapi kraniosakral
1. Sakit kepala
- migrain
- vertigo
2. Alzeimer
3.hypertensi
4.darah rendah
5.mata min/plus
6.stroke iskemik
7.parkinson
8.syndrom epilepsi
9.kejiwaan
- anxietas
- phanick disorder
- stress
- dll
10. Syaraf kejepit (HNP)
11. Kolesterol
12. Insomnia
Dll..
(Ammhakiem)
Rumah sehat Thera Afiat
Jl Kelapa Sawit Raya Blok DD No.15
Kelapa Gading
Telp 08111494599
Prognosis Stroke
PROGNOSIS stroke
Banyak penderita yang mengalami kesembuhan dan kembali menjalankan fungsi normalnya.
Penderita lainnya mengalami kelumpuhan fisik dan menatal dan tidak mampu bergerak, berbicara atau makan secara normal.
Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan dan gejala berat lainnya, bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri.
Mereka bisa berfikir dengan jernih dan berjalan dengan baik, meskipun penggunaan lengan atau tungkai yang terkena agak terbatas.
Sekitar 20% penderita meninggal di rumah sakit.
Yang berbahaya adalah stroke yang disertai dengan penurunan kesadaran dan gangguan pernafasan atau gangguan fungsi jantung.
Kelainan neurologis yang menetap setelah 6 bulan cenderung akan terus menetap, meskipun beberapa mengalami perbaikan.
Prognosis dan Diagnosis
Perbedaan kata diagnosis dan prognosis
Diagnosis
adalah hasil dari evaluasi dan itu mencerminkan temuan. Evaluasi disini berarti upaya yang dilakukan untuk menegakan atau mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh seseorang atau maslah kesehatan yang dialami oleh masyarakat. Setelah dilakukan diagnosis dari suatu kondisi tertentu barulah tindakan prognosis dapat dilakukan.
Prognosis adalah yang digunakan dalam menyampaikan suatu tindakan untuk memprediksi perjalanan penyakit yang didasarkan pada informasi diagnosis yang tersedia. istilah medis ini yang menunjukkan prediksi dokter tentang bagaimana pasien akan berkembang, dan apakah ada kemungkinan pemulihan. Istilah ini juga sering digunakan dalam laporan medis dari pandangan dokter pada suatu kasus. Ammhakim
Diagnosis
adalah hasil dari evaluasi dan itu mencerminkan temuan. Evaluasi disini berarti upaya yang dilakukan untuk menegakan atau mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh seseorang atau maslah kesehatan yang dialami oleh masyarakat. Setelah dilakukan diagnosis dari suatu kondisi tertentu barulah tindakan prognosis dapat dilakukan.
Prognosis adalah yang digunakan dalam menyampaikan suatu tindakan untuk memprediksi perjalanan penyakit yang didasarkan pada informasi diagnosis yang tersedia. istilah medis ini yang menunjukkan prediksi dokter tentang bagaimana pasien akan berkembang, dan apakah ada kemungkinan pemulihan. Istilah ini juga sering digunakan dalam laporan medis dari pandangan dokter pada suatu kasus. Ammhakim
Syaraf kranial
Pembahasan pada artikel kali ini adalah tentang ilmu saraf dengan judul 12 Saraf Kranial dan Fungsinya. Pada tubuh manusia terdapat 2 jenis sistem saraf utama, yaitu Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SST). Saraf kranial termasuk ke dalam sistem saraf tepi yang menghubungkan reseptornya langsung ke otak. Langsung saja disimak pembahasan berikut ini
A. PENGERTIAN SARAF KRANIAL
Saraf kranial atau dalam bahasa latin disebut dengan Nervus Craniales adalah 12 pasang saraf pada manusia yang mencuat langsung dari otak manusia. Berbeda halnya dengan saraf spinal yang mencuat dari tulang belakang manusia. Pasangan saraf kranial diberikan nomor sesuai dengan letaknya dari depan smapai belakang. Dari 12 pasang saraf kranial, terdapat 3 saraf kranial yang berperan sebagai saraf sensoris, 5 pasang sebagai saraf motorik, dan 4 pasang saraf sebagai saraf gabungan (motorik dan sensorik).
Saraf kranial merupakan bagian dari susunan sistem saraf tepi, walaupun letaknya yang berdekatan dengan sistem saraf pusat (SSP). Saraf kranial sendiri terhubung ke organ-organ di tubuh manusia, seperti mata, telinga, hidung, tenggorokan, dan lain-lain.
(
ACL
Rekonstruksi Kerusakan Anterior Cruciate Ligament (ACL) dengan Arthroskopi
Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament(ACL)Rumah Sakit Mitra Kemayoran
Anterior cruciate ligament (ACL) adalah jaringan pada sendi lutut yang menghubungkan tulang tibia (tungkai bawah) dengan tulang femur (paha). Ligamen ini yang mencegah terjadinya pergeseran tulang tibia sewaktu kita beraktifitas. Ligamen ini sangat kuat dan terletak pada bagian tengah sendi lutut dan menyilang dibagian depan. Fungsi ligamen ini untuk menstabilkan sendi lutut pada gerakan translasi (gerakan depan dan belakang) dan rotasi (gerakan berputar).
arthroscopyAnterior cruciate ligament (ACL) sering mengalami cedera pada olahraga lari, lompat dengan gerakan berputar (pivot) dan berbelok yang tiba-tiba pada lutut seperti sepakbola, volley, basket. Anterior cruciate ligament (ACL) juga dapat mengalami cedera pada waktu jatuh dengan tungkai bawah (tibia) terdorong kebelakang terhadap tulang paha (femur) seperti pada waktu jatuh akibat tackle pada sepak bola dan kecelakaan lalulintas. Sebab lain adalah lompatan dengan lutut lurus yang berlebihan (hiperekstensi)
Derajat kerusakan ACL ini tergantung posisi lutut, arah dan besar kekuatan benturan pada lutut waktu cedera.
Cedera pada Anterior cruciate ligament (ACL) sering terjadi pada usia antara 15-25 terutama yang aktif berolahraga dan wanita lebih sering dibanding pria.
Kerusakan yang timbul akibat cedera ACL pada 40% kasus sering disertai dengan kerusakan satu atau kedua meniscus.
Sekilas Anatomi Lutut
Lutut terdiri dari 3 buah tulang yaitu tulang paha (femur), tungkai bawah (tibia) dan tempurung lutut (patella). Tulang ini dilindungi oleh tulang rawan yang sangat licin dan lembut disebut cartilage sehingga dapat bergerak lancar tanpa hambatan. Pada arthritis kerusakan terjadi pada tulang rawan ini.
Ligamen
Ligamen merupakan jaringan ikat yang kuat sebagai pengikat 2 tulang dan menstabilkan lutut. Didalam lutut terdapat 2 buah ligamen utama, yaitu:
The anterior cruciate ligament (ACL)
The posterior cruciate ligament (PCL)
Keduanya berjalan melintang ditengah lutut (disebut cruciate) mengontrol gerakan kedepan dan belakang lutut. ACL terutama mengontrol gerakan berlebihan kearah depan (translasi)serta rotasi lutut, sehingga sering mengalami cedera pada gerakan rotasi yang berlebihan.
2 Ligamen utama lain diluar lutut adalah medial collateral ligament (MCL) dan lateral collateral ligament (LCL) pada bagian dalam dan luar lutut. Kedua ligamen ini berfungsi menstabilkan lutut pada gerakan menyamping (sideway).
Meniscus
Meniscus merupakan struktur seperti bulan sabit diantara tulang paha dan tibia berjumlah 2 buah pada bagian dalam dan luar, dinamakan medial meniscus dan lateral meniscus.
Kedua meniscus berfungsi sebagai shock absorber dalam lutut dan menyebarkan tekanan sewaktu terkena beban.
Meniscus dapat robek pada gerakan rotasi yang berlebih pada lutut, sehingga sering robek bersama-sama ACL.
Gejala Kerusakan ACL
Gejala awal berupa nyeri langsung saat cedera disertai suara dari lutut akibat putusnya ligament dan timbul bengkak yang terjadi beberapa waktu setelah cedera.
Setelah nyeri dan bengkak berkurang lutut terasa tidak stabil (giving way) dan seperti seakan lutut lepas (loose). Pasien merasa berjalan melayang seperti menggunakan sepatu roda karena perasaan tidak stabil pada lutut.
Diagnosa Kerusakan ACL
Kerusakan ACL ditegakkan berdasarkan :
• Pemeriksaan Dokter Bedah Orthopedi
• Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Riwayat penyakit sangat penting untuk diketahui meliputi
• Kapan dan bagaimana cedera yang terjadi, untuk juga mengetahui kemungkinan cedera struktur lain didalam lutut.
• Ketidakstabilan lutut yang terjadi dan gerakan apa yang dapat menimbulkannya
Pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter sangat penting dan dapat mengetahui secara pasti cedera apa saja yang terjadi pada lutut.
Pemeriksaan khusus yang simple dan sering dilakukan, dengan lutut ditekuk 30o tungkai bawah ditarik dan timbul gerakan yang berlebihan pada lutut dengan cedera ACL dibandingkan lutut yang normal disebut Lachman test. Juga dapat dilakukan pada lutut yang ditekuk 90o (anterior drawer sign) atau pemeriksaan lain yang lebih kompleks dengan gerakan lutut rotasi dan ditekuk (pivot shift test).
Setelah pemeriksaan fisik ini dokter dapat menegakkan dignosa adanya kerusakan ACL. Pemeriksaan lain dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan struktur lain lutut yang timbul bersamaan kerusakan ACLPemeriksaan X ray
Cedera lutut memerlukan X ray untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan tulang pada tempat menempelnya ligament. Adanya tulang yang lepas dapat terlihat pada pemeriksaan x ray ini.
Magnetic resonance imaging (MRI)
Magnetic resonance imaging (MRI) adalah pemeriksaan non invasive yang sangat berguna untuk memperlihatkan struktur lutut dengan sangat baik. Pemeriksaan dapat memperlihatkan selain kerusakan ACL juga kerusakan ligament lain dan meniscus.
APA YANG DAPAT DILAKUKAN PADA CEDERA ACL
SEGERA SETELAH CEDERA
Tujuan pengobatan awal ini adalah untuk mengurangi nyeri dan bengkak yang terjadi, selanjutnya untuk regain gerakan lutut dan kekuatan otot lutut. Walaupun tindakan operasi nantinya akan dilakukan pengobatan awal ini sangat penting untuk mengurangi komplikasi yang mungkin timbul setelah operasi.
Tindakan yang harus dilakukan (disingkat R.I.C.E)
• Rest – lutut diistirahatkan dengan tidak digunakan untuk berjalan dahulu sampai bengkak hilang
• Ice – Lakukan kompres dengan es atau air dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri
• Compression – Lakukan balutan dengan compression bandage (elastic verband) untuk mengurangi bengkak
• Elevation – Berbaring dengan tungkai ditinggikan untuk mengurangi bengkak.
TINDAKAN OPERATIF
Kerusakan ACL hanya dapat diperbaiki dengan menggantinya menggunakan tendon yang berasal dari bagian lain tubuh. Gold standar rekonstruksi ACL adalah dengan menggunakan tehnik arthroskopi. Tendon yang digunakan berasal dari tubuh sendiri (Autograf), yang sering digunakan adalah ligament patella dan harmstring. Dibandingkan operasi konvensional dengan sayatan yang besar, arthroskopi lebih superior, karena:
• Mudah melihat dengan jelas bagian dalam lutut
• Sayatan kecil sehingga kesakitan yang diderita pasien lebih ringan
• Pada saat yang sama dapat melihat dan menanggulangi kerusakan struktur lain lutut yang cedera
• Resiko lebih rendah
• Rehabilitasi lebih cepatPERSIAPAN OPERASI
Tergantung usia persiapan operasi meliputi pemeriksaan darah, urine rutin, thorax photo dan EKG.
Program rehabilitasi post operasi dan persiapan brace (alat bantu) didiskusikan sebelum operasi dilakukan.
Anastesi biasanya dengan spinal anastesi (regional anastesi) berupa suntikan anastesi di tulang belakang.RECOVERY SETELAH REKONSTRUKSI ACL.Pasien dirawat biasanya semalam di rumah sakit. Untuk mobilisasi pasien dapat langsung berjalan dengan menggunakan tongkat. Kontrol luka operasi dilakukan seminggu sekali selama 2 minggu. Tongkat tidak digunakan lagi setelah 2 minggu.
Brace digunakan oleh pasien sampai dengan 2-3 bulan. Sejak awal pasien dapat menginjakan kakinya untuk berjalan, bulan pertama dengan lutut tetap lurus (straight) kemudian bulan kedua tetap menggunakan brace dengan lutut bisa ditekuk 90o. Pada waktu berbaring brace dilepas dan lutut dilatih untuk ditekuk.
Berjalan tanpa brace dapat dilakukan 2-3 bulan setelah operasi. Jalan cepat dan naik turun tangga dilakukan setelah 3 bulan. Jogging dapat mulai dilakukan setelah 4 bulan dan olahraga seperti volley, sepakbola dilakukan setelah 6 bulan.
Pada atlet professional 90% dapat kembali berprestasi seperti sediakala dan pada level sebelum cedera sehingga pada orang awam tidak ada masalah untuk aktifitas setelah operasi.
Komplikasi
Komplikasi yang mungkin timbul meliputi infeksi, kekakuan pasca operasi, nyeri pasca operasi. Jarang komplikasi yang sifatnya fatal sehingga disebut sebagai operasi dengan ‘economical risk factor’.
Dr. Roy Edwards, SpOT
Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament(ACL)Rumah Sakit Mitra Kemayoran
Anterior cruciate ligament (ACL) adalah jaringan pada sendi lutut yang menghubungkan tulang tibia (tungkai bawah) dengan tulang femur (paha). Ligamen ini yang mencegah terjadinya pergeseran tulang tibia sewaktu kita beraktifitas. Ligamen ini sangat kuat dan terletak pada bagian tengah sendi lutut dan menyilang dibagian depan. Fungsi ligamen ini untuk menstabilkan sendi lutut pada gerakan translasi (gerakan depan dan belakang) dan rotasi (gerakan berputar).
arthroscopyAnterior cruciate ligament (ACL) sering mengalami cedera pada olahraga lari, lompat dengan gerakan berputar (pivot) dan berbelok yang tiba-tiba pada lutut seperti sepakbola, volley, basket. Anterior cruciate ligament (ACL) juga dapat mengalami cedera pada waktu jatuh dengan tungkai bawah (tibia) terdorong kebelakang terhadap tulang paha (femur) seperti pada waktu jatuh akibat tackle pada sepak bola dan kecelakaan lalulintas. Sebab lain adalah lompatan dengan lutut lurus yang berlebihan (hiperekstensi)
Derajat kerusakan ACL ini tergantung posisi lutut, arah dan besar kekuatan benturan pada lutut waktu cedera.
Cedera pada Anterior cruciate ligament (ACL) sering terjadi pada usia antara 15-25 terutama yang aktif berolahraga dan wanita lebih sering dibanding pria.
Kerusakan yang timbul akibat cedera ACL pada 40% kasus sering disertai dengan kerusakan satu atau kedua meniscus.
Sekilas Anatomi Lutut
Lutut terdiri dari 3 buah tulang yaitu tulang paha (femur), tungkai bawah (tibia) dan tempurung lutut (patella). Tulang ini dilindungi oleh tulang rawan yang sangat licin dan lembut disebut cartilage sehingga dapat bergerak lancar tanpa hambatan. Pada arthritis kerusakan terjadi pada tulang rawan ini.
Ligamen
Ligamen merupakan jaringan ikat yang kuat sebagai pengikat 2 tulang dan menstabilkan lutut. Didalam lutut terdapat 2 buah ligamen utama, yaitu:
The anterior cruciate ligament (ACL)
The posterior cruciate ligament (PCL)
Keduanya berjalan melintang ditengah lutut (disebut cruciate) mengontrol gerakan kedepan dan belakang lutut. ACL terutama mengontrol gerakan berlebihan kearah depan (translasi)serta rotasi lutut, sehingga sering mengalami cedera pada gerakan rotasi yang berlebihan.
2 Ligamen utama lain diluar lutut adalah medial collateral ligament (MCL) dan lateral collateral ligament (LCL) pada bagian dalam dan luar lutut. Kedua ligamen ini berfungsi menstabilkan lutut pada gerakan menyamping (sideway).
Meniscus
Meniscus merupakan struktur seperti bulan sabit diantara tulang paha dan tibia berjumlah 2 buah pada bagian dalam dan luar, dinamakan medial meniscus dan lateral meniscus.
Kedua meniscus berfungsi sebagai shock absorber dalam lutut dan menyebarkan tekanan sewaktu terkena beban.
Meniscus dapat robek pada gerakan rotasi yang berlebih pada lutut, sehingga sering robek bersama-sama ACL.
Gejala Kerusakan ACL
Gejala awal berupa nyeri langsung saat cedera disertai suara dari lutut akibat putusnya ligament dan timbul bengkak yang terjadi beberapa waktu setelah cedera.
Setelah nyeri dan bengkak berkurang lutut terasa tidak stabil (giving way) dan seperti seakan lutut lepas (loose). Pasien merasa berjalan melayang seperti menggunakan sepatu roda karena perasaan tidak stabil pada lutut.
Diagnosa Kerusakan ACL
Kerusakan ACL ditegakkan berdasarkan :
• Pemeriksaan Dokter Bedah Orthopedi
• Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Riwayat penyakit sangat penting untuk diketahui meliputi
• Kapan dan bagaimana cedera yang terjadi, untuk juga mengetahui kemungkinan cedera struktur lain didalam lutut.
• Ketidakstabilan lutut yang terjadi dan gerakan apa yang dapat menimbulkannya
Pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter sangat penting dan dapat mengetahui secara pasti cedera apa saja yang terjadi pada lutut.
Pemeriksaan khusus yang simple dan sering dilakukan, dengan lutut ditekuk 30o tungkai bawah ditarik dan timbul gerakan yang berlebihan pada lutut dengan cedera ACL dibandingkan lutut yang normal disebut Lachman test. Juga dapat dilakukan pada lutut yang ditekuk 90o (anterior drawer sign) atau pemeriksaan lain yang lebih kompleks dengan gerakan lutut rotasi dan ditekuk (pivot shift test).
Setelah pemeriksaan fisik ini dokter dapat menegakkan dignosa adanya kerusakan ACL. Pemeriksaan lain dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan struktur lain lutut yang timbul bersamaan kerusakan ACLPemeriksaan X ray
Cedera lutut memerlukan X ray untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan tulang pada tempat menempelnya ligament. Adanya tulang yang lepas dapat terlihat pada pemeriksaan x ray ini.
Magnetic resonance imaging (MRI)
Magnetic resonance imaging (MRI) adalah pemeriksaan non invasive yang sangat berguna untuk memperlihatkan struktur lutut dengan sangat baik. Pemeriksaan dapat memperlihatkan selain kerusakan ACL juga kerusakan ligament lain dan meniscus.
APA YANG DAPAT DILAKUKAN PADA CEDERA ACL
SEGERA SETELAH CEDERA
Tujuan pengobatan awal ini adalah untuk mengurangi nyeri dan bengkak yang terjadi, selanjutnya untuk regain gerakan lutut dan kekuatan otot lutut. Walaupun tindakan operasi nantinya akan dilakukan pengobatan awal ini sangat penting untuk mengurangi komplikasi yang mungkin timbul setelah operasi.
Tindakan yang harus dilakukan (disingkat R.I.C.E)
• Rest – lutut diistirahatkan dengan tidak digunakan untuk berjalan dahulu sampai bengkak hilang
• Ice – Lakukan kompres dengan es atau air dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri
• Compression – Lakukan balutan dengan compression bandage (elastic verband) untuk mengurangi bengkak
• Elevation – Berbaring dengan tungkai ditinggikan untuk mengurangi bengkak.
TINDAKAN OPERATIF
Kerusakan ACL hanya dapat diperbaiki dengan menggantinya menggunakan tendon yang berasal dari bagian lain tubuh. Gold standar rekonstruksi ACL adalah dengan menggunakan tehnik arthroskopi. Tendon yang digunakan berasal dari tubuh sendiri (Autograf), yang sering digunakan adalah ligament patella dan harmstring. Dibandingkan operasi konvensional dengan sayatan yang besar, arthroskopi lebih superior, karena:
• Mudah melihat dengan jelas bagian dalam lutut
• Sayatan kecil sehingga kesakitan yang diderita pasien lebih ringan
• Pada saat yang sama dapat melihat dan menanggulangi kerusakan struktur lain lutut yang cedera
• Resiko lebih rendah
• Rehabilitasi lebih cepatPERSIAPAN OPERASI
Tergantung usia persiapan operasi meliputi pemeriksaan darah, urine rutin, thorax photo dan EKG.
Program rehabilitasi post operasi dan persiapan brace (alat bantu) didiskusikan sebelum operasi dilakukan.
Anastesi biasanya dengan spinal anastesi (regional anastesi) berupa suntikan anastesi di tulang belakang.RECOVERY SETELAH REKONSTRUKSI ACL.Pasien dirawat biasanya semalam di rumah sakit. Untuk mobilisasi pasien dapat langsung berjalan dengan menggunakan tongkat. Kontrol luka operasi dilakukan seminggu sekali selama 2 minggu. Tongkat tidak digunakan lagi setelah 2 minggu.
Brace digunakan oleh pasien sampai dengan 2-3 bulan. Sejak awal pasien dapat menginjakan kakinya untuk berjalan, bulan pertama dengan lutut tetap lurus (straight) kemudian bulan kedua tetap menggunakan brace dengan lutut bisa ditekuk 90o. Pada waktu berbaring brace dilepas dan lutut dilatih untuk ditekuk.
Berjalan tanpa brace dapat dilakukan 2-3 bulan setelah operasi. Jalan cepat dan naik turun tangga dilakukan setelah 3 bulan. Jogging dapat mulai dilakukan setelah 4 bulan dan olahraga seperti volley, sepakbola dilakukan setelah 6 bulan.
Pada atlet professional 90% dapat kembali berprestasi seperti sediakala dan pada level sebelum cedera sehingga pada orang awam tidak ada masalah untuk aktifitas setelah operasi.
Komplikasi
Komplikasi yang mungkin timbul meliputi infeksi, kekakuan pasca operasi, nyeri pasca operasi. Jarang komplikasi yang sifatnya fatal sehingga disebut sebagai operasi dengan ‘economical risk factor’.
Dr. Roy Edwards, SpOT
Minggu, 12 Februari 2017
Lutut Berbunyi
KENAPA LUTUT BERBUNYI KREKK...
Struktur lutut terdiri atas otot, tulang, kapsul, tulang rawan, meniskus (bantalan lutut), ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang), tendon (jaringan yang menghubungkan tulang dengan otot) serta saraf.
Bila timbul gangguan atau kelainan pada salah satu bagian ini dapat menyebabkan gangguan pergerakan lutut maupun timbul bunyi saat lutut bergerak. Bila Anda mengalami keluhan lutut yang berbunyi tanpa disertai rasa sakit (saat berbunyi), kondisi ini dapat disebabkan oleh gelembung udara dalam sendi, regangan pada tendon maupun ligamen.
Namun bila lutut berbunyi disertai dengan rasa sakit, kemungkinan kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera pada ligamen, cedera meniskus, atau radang sendi (arthritis). Kondisi ini dapat saja berhubungan dengan riwayat cedera/benturan pada lutut yang tidak ditangani dengan baik.
Untuk memastikan penyebabnya sebaiknya konsultasikan dan lakukan terapi pada Ahlinya.
Berikut ini anjuran yang dapat dilakukan secara mandiri :
* Batasi kegiatan yang memberikan tekanan berlebihan pada sendi lutut (berlari atau berdiri terlalu lama, naik-turun tangga)
* Turunkan berat badan yang berlebihan
* Jika lutut terasa ngilu atau sakit nyeri istirahatkan kaki agar lutut terhindar dari tekanan
* Mengompres lutut dengan es dapat meredakan rasa nyeri/ngilu
* Berbaring dengan mengangkat kaki, sehingga posisi kaki lebih tinggi dari jantung
* Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
Source Nurcholiq
Http://pemijit.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247
Langganan:
Postingan (Atom)

